Monday, February 4, 2019

Lodge Maribaya Lembang Bandung

The Lodge Maribaya sebelumnya lebih dikenal sebagai lokasi camping dan outbond yang terletak di Desa Cibodas Maribaya, tidak jauh dari Lembang Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini sudah ada sejak tahun 2005. Dan baru pada tahun 2016, The Lodge Maribaya meningkatkan pariwisata kreatifnya melalui berbagai fasilitas menarik yang instagramable. 
Kami ke sana saat liburan sekolah anak-anak Bulan Desember 2017, di hari kerja dengan harapan kami tidak menemui kemacetan dan antri yang panjang. Namun kami tetap bersiap menghadapi hal tersebut mengingat hari itu tetaplah masa liburan sekolah. Kami berangkat pagi-pagi dari Kota Bandung menuju Lembang. Sampai di lokasi, ternyata pengunjung juga sudah mulai ramai berdatangan. Namun saat membeli tiket, antrian belum mengular panjang. Lumayan berpanas-panasan kalau antriannya panjang banget. 
Antrian di Depan Pos Penjualan Tiket Masuk

Pos Penjualan Tiket Masuk dan Harganya 

Pemandangan alam di Lodge Maribaya ini sangat indah. Hamparan hutan pinus sangat memanjakan mata. Masyaallah. Luar biasa. Benar-benar indah. Ternyata tidak hanya Eropa yang dapat menyajikan pemandangan demikian, di Indonesia pun saya pikir banyak pemandangan indah yang dapat dinikmati (menghibur diri karena belum bisa ke Eropa hehehe). Walaupun panas terik, semilir angin dingin yang bertiup tetap terasa menyapa. 
Banyak photo spot yang sangat menarik. Para pencinta selfie dan instagram mania pasti sangat bahagia berada di sini, karena begitu banyak spot menarik tempat selfie. Namun bagi saya yang tidak terlalu menyukai selfie, tetap dapat menikmati semua pemandangan yang indah ini. 
Untuk dapat mengambil gambar di photo spot itu, kita harus mengeluarkan biaya lagi, yang besarnya berbeda untuk tiap spot. Beberapa photo spot yang saya temui semua berada di atas ketinggian, antara lain: 
  • Sky tree, rumah pohon.
  • Zip bike. Kalian bisa bersepeda di atas tali yang membentang di ketinggian. Ga usah khawatir jatuh, karena kalian sudah dilengkapi dengan tali pengaman dan pelindung kepala.
  • Mountain swing. Seperti main ayunan yang melayang di ketinggian
  • Gantole
  • Hot air balloon, kita bisa berfoto di balon udara
  • Sky plane

Untuk dapat mengambil foto di spot-spot tersebut harus antri lagi. Dan pengunjung tidak benar-benar memainkan mainan yang ada di lokasi tersebut, hanya sekedar 'take a pictures'. Jadi tidak ada balon udara, gantole atau pun pesawat kecil yang terbang beneran. Juga tidak ada bersepeda sampai ke seberang lokasi, tapi mundur lagi ke belakang. Namun ke semuanya tetap menantang untuk uji nyali, karena semua wahana berada pada ketinggian. 
Lokasi Lodge Maribaya ini berada di lereng, sehingga para pengunjung harus naik dan menuruni tangga untuk menjangkau beberapa spot menarik. Bagi yang membawa orang tua atau pun anak-anak balita, harus perlu pendampingan, karena tangganya cukup curam menurut saya. 
Berikut beberapa tempat yang sempat difoto:


Background, Hot Air Balloon


Rumah Kurcaci


Tuesday, January 22, 2019

Pasca Operasi Impaksi Gizi (Part 3. Selesai)

Keesokan hari setelah operasi, siangnya saya sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Saat itu saya merasa sehat, tidak merasakan nyeri, sakit atau cenut-cenut pada gigi. Mungkin karena saya sudah langsung mendapatkan obat pasca operasi. Saya diingatkan untuk melakukan kumur-kumur secara pelan dan menggunakan air matang. Saya belum diperbolehkan menggosok gigi, karena dikhawatirkan terjadi pendarahan. Kebayang kan rasanya bagaimana? 😆

Selama lima hari pasca operasi, saya mengonsumsi makanan dalam bentuk cair, sesuai pesan dokter. Saya dilarang beraktifitas mengunyah yang dapat mengganggu bagian yang dioperasi. Alhamdulillah saya sempat diberikan makanan cair yang dapat diseduh seperti susu, namanya isocal. Saya juga disarankan menghindari mengonsumsi makanan dalam suhu panas. Beberapa menu yang saya konsumsi diantaranya: bubur nasi cair dengan telor rebus, yang saya blender jadi satu dengan menambahkan air; bubur nasi cair plus kuah baso malang dengan tahu dan baso yang saya blender juga jadi satu. Tau ga rasanya?? hihihi. Saya bingung menjelaskan rasanya. Yang pasti saya sering didera rasa lapar karena asupan makanan yang kurang. Hari ketiga saya mencoba bubur sum sum dengan gula merah. Saya juga mengonsumsi susu dan biskuit marie yang dicelupin ke minuman teh manis atau susu. 

Isocal diseduh dengan 100 cc air matang

Sejak hari kedua pasca operasi saya mengalami pusing (kliyengan). Kepala saya bagian atas terasa tidak nyaman, yang cukup mengganggu aktifitas saya. Saya lebih banyak bed rest karenanya. Padahal obat tak pernah lupa saya minum. Saat kontrol ke rumah sakit hari ke lima pun, kondisi kepala saya masih sangat pusing.  

Hari ke lima pasca operasi saya kontrol ke dokter. Bagian yang dioperasi kondisinya normal, masih merah. Dokter kembali meresepkan obat untuk sepekan ke depan, termasuk obat sakit kepala yang sudah saya sampaikan ke dokter. Dokter sudah mengizinkan untuk mengkonsumsi makanan biasa, dengan catatan tidak boleh menggigit makanan yang keras. Tetap disarankan memilih yang lembut. Dokter meminta untuk kontrol lagi pekan depan. 

Setelah meminum obat hasil kontrol ke dokter, kepala saya masih pusing. Masyaallah. Sampai hari ke sembilan pasca operasi saya masih mengalami pusing di kepala. Saya tidak tahu kenapa. Hanya itu yang menjadi keluhan saya pasca operasi. Setelahnya sampai sekarang alhamdulillah saya tidak mengalami hal apapun yang mengganggu. 

Sepekan setelah kontrol yang pertama, saya kembali ke dokter untuk kontrol yang kedua. Benang jahitan operasi dibuka oleh dokter. Sebelumnya dokter menyemprotkan cairan ke dalam mulut saya di bagian gigi yang dioperasi. Setelah cairan itu disemprotkan saya merasa bagian gusi yang terkena cairan kebas, seperti habis disuntik saat kita mau cabut gigi. Mungkin dimaksudkan untuk mengurangi rasa sakit saat benang jahitan dicabut.

Untuk gigi geraham bagian kanan bawah, disarankan dokter juga untuk diangkat dua atau tiga bulan ke depan. Terutama kalau dia mengganggu.

Nah, sampai sini tulisan saya tentang operasi gigi impaksi. Semoga bermanfaat buat kamu yang akan menjalani operasi impaksi gigi.  


Jaksel, Sepekan Pasca Debat Pilpres 1
24 Jan 2019


Monday, January 14, 2019

Cintanya Sesuai Porsi

Kondisi sakit menyebabkan saya belum bisa beraktifitas normal di rumah, apalagi ke kantor.  Walau ada "ibuk" yang siap membantu, tapi suami banyak mengambil alih tugas saya.

Pagi-pagi, abi membangunkan anak-anak untuk sholat shubuh dan bersiap mandi dan sekolah. Menyiapkan sarapan sederhana untuk mereka sebelum berangkat sekolah. Rutinitas pagi ini biasanya kami lakukan bersama-sama, siapa yang bisa mengambil peran lebih dulu. Karena saya harus keluar paling dulu dari rumah untuk berangkat kerja di hari-hari biasa. Tapi sepekan ini, semua diambil alih abi, tanpa mengeluh capek atau ribet. Abi membiarkan saya istirahat dengan tenang tanpa gangguan. 

Selama proses berobat di RS, yang terasa lama dan membosankan, abi pun tidak pernah mengeluh. Dia menyiapkan pundaknya untuk disenderin karena pusing yang tak usai di kepala. Menyiapkan semua kebutuhan saya selama berobat di RS. 

Semua itu dia lakukan tanpa mengabaikan anak-anak di rumah yang dititip dengan tante dan om mereka. Di waktu tertentu anak-anak ditelp, apakah sudah mandi, sudah sholat, sudah makan, dan seterusnya. 

Abi bukan tipe laki-laki romantis, yang kata-katanya terdengar manis, rayuannya bikin hati selalu berbunga. Namun dari semua apa yang dia lakukan, sudah menunjukkan cintanya sama keluarga, sayangnya sama semua. 

Cintanya sesuai porsi
Sayangnya tak perlu diragukan lagi

Semoga Allah selalu menjadikan kami hamba-hamba yang selalu bersyukur, dan memberi kekuatan dan kesabaran kepada kami dalam mendidik dan mengasuh anak-anak sehingga mereka menemukan jalan menuju Rabbnya. 

Depok, Hari ke-6 pasca operasi


Tuesday, January 8, 2019

Operasi Impaksi Gigi (Part 2)

Selasa malam, suster mulai memasang jarum infus di tangan kanan karena gigi yang mau dicabut adalah yang sebelah kiri. Jarum infus ini belum disambungkan dengan selang atau tabung infus. Kata suster agar pagi besok masih bisa mandi sebelum tindakan operasi dilakukan. Operasi direncanakan jam 09.00 tanggal 9 Jan 2019. Jam 22.00 minum antibiotik yang diberikan suster setelah makan malam. Pemeriksaan dilakukan, mulai dari tekanan darah, nadi dan suhu tubuh.  Semua dalam kondisi normal. Bahkan tekanan darah sangat bagus yaitu 110/90. Jam 00.00 mulai berpuasa.

Paginya jam 05.00 an mandi dulu agar badan segar. Walau sedikit susah karena ada jarum infus nempel di tangan kanan, dan sudah terlihat mengeluarkan darah, mungkin karena posisi tidur malamnya yang tidak benar.

Pemeriksaan kedua dilakukan kembali terhadap tekanan darah, dan denyut nadi. Tekanan darah paginya 120/90. Belum pernah rasanya mencapai 120 ini, seringnya 110.

Selang infus baru disambungkan ke tangan jam 08.05 am. Lumayan paginya masih bisa  bebas menulis, ketik- ketik 😀 dan mondar mandir ke toilet.

Selang infus sudah tersambung

Jam 11.30 baru dikabari suster untuk bersiap operasi. Masyaallah, lumayan menahan lapar dari jam 22.00 malam. Suster membawa saya pakai kursi roda dari ruang rawat inap di lantai 4 Gedung rawat inap ke ruang operasi di Gedung utama lantai 5. Lumayan jauhnya.  Sampai di ruang operasi yang sangat luas dan banyak kamar-kamarnya, saya menunggu antrian masuk ke kamar operasi sekitar 40 menitan, karena ternyata banyak pasien yang jadwal operasi hari itu.

Jam 12.18 saya masuk ke kamar operasi, yang dari ruang antrian menyusuri koridor cukup panjang di mana di kiri kanannya terdapat kamar-kamar lagi. Di kamar operasi saya ditemani seorang suster. Dia memasang hasil rontgen di dinding yang dilengkapi sinar untuk membaca hasil rontgen. Dan menyiapkan seluruh data rekam medis. Beberapa saat kemudian masuk lagi wanita yang saya tidak tahu beliau dokter atau co as. Dia memasang alat pendeteksi jantung, tekanan darah dan juga nadi di beberapa bagian tubuh saya yang terhubung ke alat yang dilengkapi monitor di depan saya. Dia menanyakan beberapa informasi seperti pernah dibedah sebelumnya? Sudah memiliki anak?  Berapa orang?  Punya riwayat tekanan darah tinggi,  dll.

Tak lama dokter anestesi datang disusul dokter bedah mulut gigi yang akan mlakukan tindakan operasi. Jam 12.37 dokter anestesi mulai bekerja, dan sebelumnya memastikan kembali jumlah gigi yang akan dicabut. Setelah berkata, "Kita mulai ya bu", cairan bius dalam suntikan dimasukkan ke lubang selang infus di tangan kanan saya. Seketika berasa sesuatu di kepala dan setelahnya tidak tahu lagi yang terjadi.

Saya tersadar di luar kamar operasi jam 14.30, di tempat antrian awal sebelumnya kalau tidak salah. Tak lama saya melihat suami yang dari awal menemani. Saya diantar ke kamar dengan posisi di tempat tidur.

Sesampai di kamar masih beristirahat dan melanjutkan tidur, karena efek bius masih terasa.

Sekitar ashar saya terbangun, sudah mulai minum sedikit, karena sudah buang angin juga. Saya bisa bicara secara biasa tanpa rasa sakit yang berarti. Sebelumnya dari apa yang saya baca, banyak yang tidak bisa membuka mulut sama sekali, sehingga sulit bicara apalagi makan. Masyaallah. Saya bersyukur mendapati lebih baik dari yang saya kira.

Saya mendapat makan malam berupa makanan cair, sepertinya susu. Saya tidak tahu apakah dicampur dengan sesuatu atau tidak. Sebelumnya suami sudah membeli ice cream dan susu seperti saran dari susternya, yang bisa saya konsumsi segera sambil menunggu makan malam tiba. Saya belum boleh makan makanan yang harus dikunyah (semua harus cair) dan tidak boleh dalam kondisi panas.

Makanan cair untuk makan malam

Setelah makan malam saya minum obat yang diberikan suster. Alhamdulillah pasca operasi tidak merasakan perih atau sakit yang berarti, mungkin karena langsung meminum obat yang diberikan. Malam hari kembali suster jaga mengecek kondisi kesehatan saya, dan alhamdulillah semua dalam kondisi baik.

Besok paginya saya mendapat makanan cair lagi sebagai sarapan. Pemeriksaan rutin dan standar juga dilakukan. Sekitar jam 09.00 an, infus saya dicabut oleh suster. Setelahnya saya dapat snack pagi berupa sari kacang hijau.  Sejam kemudian saya diberi tahu sudah bisa pulang.

Sari kacang hijau sebagai snack pagi

Sekitar jam 11.30an saya meninggalkan RS. Sebelumnya suster memberikan informasi dan petunjuk tentang makanan masih harus dalam bentuk cair atau lembut. Tidak boleh mengkonsumsi makanan panas. Belum boleh menggosok gigi sampai ke dalam, atau tidak sama sekali menggosok gigi 😬, tidak berkumur-kumur secara keras, disarankan berkumur dengan air matang. Setelahnya diberikan surat kontrol dan empat macam obat. Saya harus kontrol 4 hari pasca operasi.

Sampai di rumah, yang dirasa sedikit pusing dan lapar. Lapar mungkin karena asupan makanan kurang. Selain itu pipi kiri sedikit bengkak sehingga wajah tak simetris. Masih berasa sedikit kebas dibibir bagian kiri. Namun secara keseluruhan apa yang saya rasakan pasca operasi hari pertama tidak terlalu berarti. Semoga ke depan segera bisa pulih.

Buat kamu yang akan menjalani operasi impaksi jangan khawatir dan takut lagi ya. Semoga pengalaman saya ini bermanfaat buat kamu yang juga punya kasus sama dengan saya.

Benhil,  9-10 Januari 2019.