Monday, January 14, 2019

Cintamu Sesuai Porsi

Kondisi sakit menyebabkan saya belum bisa beraktifitas normal di rumah, apalagi ke kantor.  Walau ada "ibuk" yang siap membantu, tapi suami banyak mengambil alih tugas saya.

Pagi-pagi, abi membangunkan anak-anak untuk sholat shubuh dan bersiap mandi dan sekolah. Menyiapkan sarapan sederhana untuk mereka sebelum berangkat sekolah. Rutinitas pagi ini biasanya kami lakukan bersama-sama, siapa yang bisa mengambil peran lebih dulu. Karena saya harus keluar paling dulu dari rumah untuk berangkat kerja di hari-hari biasa. Tapi sepekan ini, semua diambil alih abi, tanpa mengeluh capek atau ribet. Abi membiarkan saya istirahat dengan tenang tanpa gangguan. 

Selama proses berobat di RS, yang terasa lama dan membosankan, abi pun tidak pernah mengeluh. Dia menyiapkan pundaknya untuk disenderin karena pusing yang tak usai di kepala. Menyiapkan semua kebutuhan saya selama berobat di RS. 

Semua itu dia lakukan tanpa mengabaikan anak-anak di rumah yang dititip dengan tante dan om mereka. Di waktu tertentu anak-anak ditelp, apakah sudah mandi, sudah sholat, sudah makan, dst. 

Abi bukan tipe laki-laki yang romantis, yang kata-katanya terdengar manis, rayuannya bikin hati selalu berbunga. Namun dari semua apa yang dia lakukan, sudah menunjukkan cintanya sama keluarga, sayangnya sama semua. 

Cintanya sesuai porsi
Sayangnya tak perlu diragukan lagi

Semoga Allah selalu menjadikan kami hamba-hamba yang selalu bersyukur, dan memberi kekuatan dan kesabaran kepada kami dalam mendidik dan mengasuh anak-anak sehingga mereka menemukan jalan menuju Rabbnya. 

Hari ke-6 pasca operasi


Tuesday, January 8, 2019

Operasi Impaksi Gigi (2)

Selasa malam, suster mulai memasang jarum infus di tangan kanan karena gigi yang mau dicabut adalah yang sebelah kiri. Jarum infus ini belum disambungkan dengan selang atau tabung infus. Kata suster agar pagi besok masih bisa mandi sebelum tindakan operasi dilakukan. Operasi direncanakan jam 09.00 tanggal 9 Jan 2019. Jam 22.00 minum antibiotik yang diberikan suster setelah makan malam. Pemeriksaan dilakukan, mulai dari tekanan darah, nadi dan suhu tubuh.  Semua dalam kondisi normal. Bahkan tekanan darah sangat bagus yaitu 110/90. Jam 00.00 mulai berpuasa.

Paginya jam 05.00 an mandi dulu agar badan segar. Walau sedikit susah karena ada jarum infus nempel di tangan kanan, dan sudah terlihat mengeluarkan darah, mungkin karena posisi tidur malamnya yang tidak benar.

Pemeriksaan kedua dilakukan kembali terhadap tekanan darah, dan denyut nadi. Tekanan darah paginya 120/90. Belum pernah rasanya mencapai 120 ini, seringnya 110.

Selang infus baru disambungkan ke tangan jam 08.05 am. Lumayan paginya masih bisa  bebas menulis, ketik- ketik 😀 dan mondar mandir ke toilet.

Selang infus sudah tersambung

Jam 11.30 baru dikabari suster untuk bersiap operasi. Masyaallah, lumayan menahan lapar dari jam 22.00 malam. Suster membawa saya pakai kursi roda dari ruang rawat inap di lantai 4 Gedung rawat inap ke ruang operasi di Gedung utama lantai 5. Lumayan jauhnya.  Sampai di ruang operasi yang sangat luas dan banyak kamar-kamarnya, saya menunggu antrian masuk ke kamar operasi sekitar 40 menitan, karena ternyata banyak pasien yang jadwal operasi hari itu.

Jam 12.18 saya masuk ke kamar operasi, yang dari ruang antrian menyusuri koridor cukup panjang di mana di kiri kanannya terdapat kamar-kamar lagi. Di kamar operasi saya ditemani seorang suster. Dia memasang hasil rontgen di dinding yang dilengkapi sinar untuk membaca hasil rontgen. Dan menyiapkan seluruh data rekam medis. Beberapa saat kemudian masuk lagi wanita yang saya tidak tahu beliau dokter atau co as. Dia memasang alat pendeteksi jantung, tekanan darah dan juga nadi di beberapa bagian tubuh saya yang terhubung ke alat yang dilengkapi monitor di depan saya. Dia menanyakan beberapa informasi seperti pernah dibedah sebelumnya? Sudah memiliki anak?  Berapa orang?  Punya riwayat tekanan darah tinggi,  dll.

Tak lama dokter anestesi datang disusul dokter bedah mulut gigi yang akan mlakukan tindakan operasi. Jam 12.37 dokter anestesi mulai bekerja, dan sebelumnya memastikan kembali jumlah gigi yang akan dicabut. Setelah berkata, "Kita mulai ya bu", cairan bius dalam suntikan dimasukkan ke lubang selang infus di tangan kanan saya. Seketika berasa sesuatu di kepala dan setelahnya tidak tahu lagi yang terjadi.

Saya tersadar di luar kamar operasi jam 14.30, di tempat antrian awal sebelumnya kalau tidak salah. Tak lama saya melihat suami yang dari awal menemani. Saya diantar ke kamar dengan posisi di tempat tidur.

Sesampai di kamar masih beristirahat dan melanjutkan tidur, karena efek bius masih terasa.

Sekitar ashar saya terbangun, sudah mulai minum sedikit, karena sudah buang angin juga. Saya bisa bicara secara biasa tanpa rasa sakit yang berarti. Sebelumnya dari apa yang saya baca, banyak yang tidak bisa membuka mulut sama sekali, sehingga sulit bicara apalagi makan. Masyaallah. Saya bersyukur mendapati lebih baik dari yang saya kira.

Saya mendapat makan malam berupa makanan cair, sepertinya susu. Saya tidak tahu apakah dicampur dengan sesuatu atau tidak. Sebelumnya suami sudah membeli ice cream dan susu seperti saran dari susternya, yang bisa saya konsumsi segera sambil menunggu makan malam tiba. Saya belum boleh makan makanan yang harus dikunyah (semua harus cair) dan tidak boleh dalam kondisi panas.

Makanan cair untuk makan malam

Setelah makan malam saya minum obat yang diberikan suster. Alhamdulillah pasca operasi tidak merasakan perih atau sakit yang berarti, mungkin karena langsung meminum obat yang diberikan. Malam hari kembali suster jaga mengecek kondisi kesehatan saya, dan alhamdulillah semua dalam kondisi baik.

Besok paginya saya mendapat makanan cair lagi sebagai sarapan. Pemeriksaan rutin dan standar juga dilakukan. Sekitar jam 09.00 an, infus saya dicabut oleh suster. Setelahnya saya dapat snack pagi berupa sari kacang hijau.  Sejam kemudian saya diberi tahu sudah bisa pulang.

Sari kacang hijau sebagai snack pagi

Sekitar jam 11.30an saya meninggalkan RS. Sebelumnya suster memberikan informasi dan petunjuk tentang makanan masih harus dalam bentuk cair atau lembut. Tidak boleh mengkonsumsi makanan panas. Belum boleh menggosok gigi sampai ke dalam, atau tidak sama sekali menggosok gigi 😬, tidak berkumur-kumur secara keras, disarankan berkumur dengan air matang. Setelahnya diberikan surat kontrol dan empat macam obat. Saya harus kontrol 4 hari pasca operasi.

Sampai di rumah, yang dirasa sedikit pusing dan lapar. Lapar mungkin karena asupan makanan kurang. Selain itu pipi kiri sedikit bengkak sehingga wajah tak simetris. Masih berasa sedikit kebas dibibir bagian kiri. Namun secara keseluruhan apa yang saya rasakan pasca operasi hari pertama tidak terlalu berarti. Semoga ke depan segera bisa pulih.

Buat kamu yang akan menjalani operasi impaksi jangan khawatir dan takut lagi ya. Semoga pengalaman saya ini bermanfaat buat kamu yang juga punya kasus sama dengan saya.

Benhil,  9-10 Januari 2019.

Depok Fantasi Waterpark - Aladin

Akhir Desember 2018 saya dan keluarga berkunjung ke Waterpark Aladin yang berlokasi di Jl.  Boulevard Grand Depok City (GDC)  Tirtajaya Sukmajaya Kota Depok Jawa Barat. Tiket masuk kali ini tidak memberlakukan lagi discount bagi pemegang kartu-kartu tertentu. Tiket masuk masa liburan kali ini sebesar Rp 80.000/orang. Di loket pembelian tiket tertera "Tidak diperkenankan membawa makanan" (persis redaksinya saya lupa). Dan anehnya kenapa tidak ada pemeriksaan di pintu masuk, seperti saat kami masuk ke Sea World.  Tapi ya sudahlah, bersyukur ga diperiksa, mana bawaan makanannya banyak banget. Bayangin aja ada 7 orang total pasukan, masak jajan semua dalam lokasi yang pastinya harganya lebih mahal dari di luar. Iya kan? Emak-emak pasti mau senang dengan biaya tetap ditekan.  😀

Masuk ke dalam area kolam, saya kaget saat saung/tempat menaruh barang perlengkapan disewakan alias tidak gratis lagi. Sebelumnya saung-saung tempat berteduh dan istirahat tersebut dapat digunakan secara gratis oleh 2 sampai 3 rombongan/keluarga yang datang ke kolam. Saung tersebut jumlahnya juga sangat terbatas, kurang dari 10. Tidak seimbang dengan jumlah pengunjung yang ramai, apalagi di musim liburan seperti saat kami datang.  Akhirnya saya dan keluarga mencari tempat gratis di samping bangunan musholla dan ruang kesehatan. Rasanya tidak nyaman, terlebih buat saya yang tidak ikut nyemplung ke kolam. 

Beberapa rombongan yang datang belakangan terlihat mencari tempat di area tanah kosong di sekitar kolam. Karena mereka tidak memiliki kesiapan membawa alas duduk, akhirnya mereka memanfaatkan brosur/leaflet promosi Waterpark Aladin sebagai alas duduk. Pemandangan yang tidak mengenakkan bagi saya melihat rombongan membawa anak-anak bahkan bayi, namun duduk di tempat yang tidak nyaman. 







Bagi yang lapar dan tidak membawa bekal makanan atau sudah bawa namun masih lapar dapat membeli berbagai jenis makanan dan minuman di lokasi kantin waterpark. Kalau malas ke lokasi, dapat memesan kepada pedagang yang menawarkan makanannya dengan membawa brosur makanan. Setelah itu pesanan langsung diantar tanpa kita repot harus meninggalkan kolam atau saung istirahat. 

Di sini kita dapat menyewa ban untuk berseluncur di perosotan atau pun untuk sekadar bermain dalam kolam.  Untuk menyewa ban dibutuhkan KTP sebagai jaminannya. Sewa ban ini sebesar Rp .... berapa ya, lupa euy 😀🙏 . Untuk berseluncur di perosotan tidak ada batasanya berapa kali. Jadi bisa bermain sampai puas dan lelah.  😊



Selesai bermain, anak-anak membilas badannya di kamar mandi. Saat mandi di tempat wanita, beberapa kamar mandi krannya tidak berfungsi. Ada pun di kamar mandi yang digunakan anak saya, airnya kecil.  Akhirnya mereka tidak jadi keramas, khawatir setelah shampo an airnya tidak keluar. 

Tempat sholatnya ada dan dilengkapi dengan tempat wudhu yang berada di sampingnya. Tempat sholat laki-laki dan perempuan menjadi satu tanpa ada hijab atau batas yang memisahkan keduanya. Ada baiknya tempat sholat diberikan batas atau kalau tidak ruangannya dipisah antara laki-laki dan perempuan. Selain itu mukena yang disediakan mohon untuk dicuci, karena hampir semuanya kotor saya temui, sehingga saya hanya menggunakan bawahannya saja untuk menutupi kaki saya, sementara untuk atasan saya menggunakan jilbab saya saja.

Depok, 24 Des 2018

Operasi Impaksi Gigi

Akhirnya masuk rumah sakit di awal Januari 2019, untuk menjalani operasi impaksi gigi.  Awalnya sudah dijadwalkan tanggal 27 Desember tapi ditunda karena kedatangan haid. Ternyata untuk menjalani operasi selain semua organ sehat juga tidak boleh sedang haid. Menurut penjelasan Dokter Anestesi, dikhawatirkan terjadi pendarahan, makanya wanita haid dilarang menjalani operasi.

******

Akhir November 2018, gigi geraham paling belakang terasa sakit.  Ditambah lagi dinding pipi bagian dalam luka, karena sering tergesek oleh gigi geraham paling belakang bagian atas.  Rasanya perih sekali.  Untuk membuka mulut saja perihnya luar biasa.  Hal ini menyebabkan saya sulit untuk makan.  
Geraham bawah paling belakang ini tumbuh tidak normal. Bahkan bertahun-tahun tidak juga muncul ke permukaan, kecuali hanya sebagian kecil mahkota giginya saja yang kelihatan.  Sisa makanan sering terselip di tempat tersebut. 

Berawal dari kejadian di atas,  selanjutnya saya intensif ke dokter gigi. Karena menggunakan asuransi,  saya dirujuk dari Yankes 1 ke Yankes berikutnya.  Total Yankes yang sudah saya kunjungi sebanyak 4 layanan kesehatan yaitu 1 klinik dan 3 RS. 

Saya dirujuk dari Poly Gigi RS Brimob Depok ke Poly Bedah Mulut dan Gigi di RS Ladokgi Bendungan Hilir. Di sana gigi saya dirontgen ulang yang memperlihatkan kondisi semua gigi. Di RS sebelumnya,  yang dirontgen hanya gigi bagian belakang yang sakit saja. Hasil rontgen di Ladokgi ini menunjukkan geraham bawah paling belakang sudah mengenai syaraf, sehingga tidak dapat dicabut di ruang cabut gigi biasa dengan bius lokal. Dan ternyata, geraham kanan bawah juga tumbuh miring, namun masih terkubur dalam gusi. Karena kondisi tersebut saya dirujuk lagi ke RS TNI AL Mintohardjo Benhil Jakarta.  Di RS ini, gigi saya dicabut di ruang bedah dengan bius total. 

********

Saya mencoba mencari informasi terkait dengan operasi impaksi gigi ini. Selain di internet berupa bacaan atau pun video saya juga mencari informasi ke teman-teman. Dan salah satu yang menguatkan saya untuk menjalani operasi impaksi gigi adalah informasi dari seorang teman yang menceritakan pengalaman temannya yang sehabis operasi impaksi gigi menjadi lebih sehat dan mulai jarang mengalami sakit kepala. 

Saya sendiri termasuk sering mengalami sakit kepala. Kadang migren kadang di puncak kepala.  Kondisi ini sangat mengganggu aktifitas saya.  Lupa sarapan sakit kepala. Terkena panas siang langsung sakit kepala.  Menjelang haid sakit kepala. Dan terlalu capek beraktifitas juga sakit kepala. Dan kadang tanpa sebab juga bisa sakit kepala. Saat dokter di Ladokgi bilang, impaksi gigi saya sudah mengenai syaraf,  saya menanyakan apakah ini yang menyebabkan saya sering sakit kepala.  Dokternya bilang, bisa jadi ini penyebabnya. Namun penyebab sakit kepala itu banyak hal.  Iya sich...  Cuma sudah beberapa kali mencoba ke dokter untuk berobat dan konsultasi masalah sakit kepala ini, ehh cuma diresepin obat sakit kepala seperti ibuprofen dan sejenisnya. Saya berharap bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kepala dan hal lainnya, sehingga bisa diketahui penyebab sakit kepala saya. Tapi yaa.... ga berlanjut ikhtiarnya. 

*******

Pemeriksaan di RS Mintohardjo, menyarankan saya menjalani operasi impaksi gigi. Dokter menyatakan gigi geraham belakang bagian bawah harus diangkat di ruang operasi. Berikut gigi bagian atasnya.  Gigi atas ini karena temannya bagian bawah tidak tumbuh sempurna, dia akan turun. Dan ini bisa menyebabkan dia akan menggesek lagi pipi bagian dalam,  juga bisa melukai gusi yang menutupi sebagian geraham yang tidak tumbuh sempurna tersebut.  Ini akan bermasalah lagi di kemudian hari. 

Sebelum menjalani operasi, saya harus menjalani beberapa pemeriksaan standar. Pemeriksaan diawali dengan rontgen toraks, dilanjutkan dengan pemeriksaan darah lengkap dan urin. Terakhir saya menemui dokter anestesi.  Semua hasil pemeriksaan ini dikembalikan ke dokter bedah mulut dan gigi, sebagai bekal untuk menjalani operasi. 

******

Siang ini sudah masuk ke ruang rawat inap.  Dan malam nanti sudah harus mulai puasa sekaligus pemasangan infus.  Pagi besok direncanakan operasinya. Semoga operasi berjalan dengan lancar.  Aamiin. 

Pav. P. Tarempa Lt. 4


*****

Anak-anak di rumah masih liburan. Terpaksa ditinggal.  Hikss sedihnya.  Karena RS jauh dari rumah, sehingga si Abi tidak bisa pulang pergi rumah - RS.  Alhamdulillah si Om kakak abi dan istrinya bisa menemani anak-anak selama saya dan abi di RS.  Jadi cukup tenang dengan kondisi ini.  
Masyaallah di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. 

Benhil, 8 Januari 2019